Gus Dur seperti tidak pernah kehabisan cerita, khususnya yang bernada sindiran politik. Menurut dia, ada kejadian menarik di masa pemerintah Orde Baru.
Suatu kali Presiden Soeharto berangkat ke Mekkah untuk berhaji. Karena yang pegi seorang persiden, tentu sejumlah menteri harus ikut mendampingi. Salah satunya "peminta pertunjuk" yang paling rajin, Menteri Penerangan Harmoko.
Sang suami ikut menemani istrinya pergi berbelanja di Mall.
Mereka sepakat untuk berpisah dan bertemu lagi dua
jam kemudian.
Dua jam kemudian si suami sudah kembali ke tempat
yang mereka sepakati untuk bertemu lagi.
Ia tidak melihat
tanda-tanda bahwa istrinya berada di tempat tersebut.