02/03/26

Cerita Lucu Gus Dur dan Harmoko

Cerita Lucu Gus Dur dan Harmoko
Gus Dur seperti tidak pernah kehabisan cerita, khususnya yang bernada sindiran politik. Menurut dia, ada kejadian menarik di masa pemerintah Orde Baru.

Suatu kali Presiden Soeharto berangkat ke Mekkah untuk berhaji. Karena yang pegi seorang persiden, tentu sejumlah menteri harus ikut mendampingi. Salah satunya "peminta pertunjuk" yang paling rajin, Menteri Penerangan Harmoko.

Cerita lucu Mencari Istri

Sang suami ikut menemani istrinya pergi berbelanja di Mall.
Mereka sepakat untuk berpisah dan bertemu lagi dua jam kemudian.
Dua jam kemudian si suami sudah kembali ke tempat yang mereka sepakati untuk bertemu lagi.
Ia tidak melihat tanda-tanda bahwa istrinya berada di tempat tersebut.

27/02/26

Cerita Lucu Kacang Nenek

Kumcelu-Ibu Nita baru saja pindah ke kota dan tinggal di sebuah kompleks perumahan yang bagus. Sebagai warga baru, Nita pun memperkenalkan diri ke tetangganya.
"Hi Nek, kenalin. Saya Nita tetangga baru nenek.”
"Salam kenal Nita" jawab nenek "Ayo silahkan duduk.” Nita pun duduk.
Saat mereka mulai ngobrol sana sini. Nita melihat ada kacang mede di dalam stoples. Nita pun ngiler ingin mencicipi.
“Maaf nek, apa saya boleh mencicipi kacangnya." Pinta Nita.
“Oh… tentu. Silahkan ayo silakan dimakan.”
Mereka berdua terus ngobrol sampai-sampai kacangnya habis. Nita pun baru sadar dan minta maaf.
"ADUH NEK, SAYA MINTA MAAF. KACANGNYA SAMPAI HABIS." Ucap Nita dengan perasaan malu.
"Tidak apa-apa kok. Malah nenek senang."
"Serius nek, kok bisa senang. Kan saya sudah habisin kacang mede nenek." Ucap Nita penasaran.
"Iya, SOALNYA CUCU NENEK SERING BAWA SILVER QUEEN. NENEK CUMA BISA ISAP COKLATNYA AJA SAMPAI HABIS. KACANG MEDE YA NENEK KUMPULIN DI TOPLES."

Tidur Bersama Anggota DPR

Kumcelu- Ini kisah seorang laki-laki anggota DPR yang terhorat. Siang itu sang anggota DPR menerima telpon. Terdengarlah suara perempuan dari seberang. 
"Selamat siang Bapak Anggota Dewan." Dari nadanya perempuan itu masih muda.

Cerita Lucu Mukidi Beli Susu di Swalayan

Kumcelu - Cerita lucu Mukidi ini bermula saat istrinya Marni menyuruh Mukidi belanja ke swalayan. Jadi sepulang kerja Mukidi pun singgah ke swalayan yang ada di dekat rumahnya. Mukidi lalu melihat daftar belanjaan yang dikirim istrinya di WA.

Mukidi langsung mengambil semua pesanan. Tak lupa Mukidi juga membeli susu kotak untuk anaknya. Karena anak Mukidi sangat doyan minum susu kotak.
Saat di kasir Mukidi pun membayar uang belanjaan dan heran saat mengetahui harga susu yang dia beli turun banyak. Mukidi pun lalu bertanya pada perempuan penjaga kasir.
"Susu ya turun ya?" tanya Mukidi dengan polos.
"Yang sopan dong." balas si perempuan dengan muka garang.
Mukidi terdiam, ya Tuhan salah saya apa ya. 😆😆😆


26/02/26

3 Cerita Lucu Gus Dur Paling Kocak

sumber foto forummuslim.org

Cerita Lucu Gus Dur dengan Wartawan Bule

Kumcelu, Cerita lucu Gus Dur ini terjadi saat Gus Dur sedang melakukan  jumpa pers di Amerika. Biasa, Gus Dur selalu suka jalan ke luar negeri saat menjabat. Acara pun dipadati banyak wartawan bule, kira-kira sampai ratusan jumlahnya. Banyaknya wartawan yang datang karena mereka mendengar desas-desus kalau Gus Dur itu hebat dan juga "aneh", sehingga wartawan bule pun penasaran.

17/05/20

Pura pura

Seorang gadis, hitam manis, duduk di sebuah bar.

"Permisi, boleh saya mentraktir anda minum?" tawar seorang laki-laki muda yang menghampirinya.


"Apa? Ke hotel?" teriak si gadis.
"Bukan, bukan. Jangan salah paham. Saya hanya menawari minum," ungkap pria tersebut setengah keder.


"Kau meminta aku menemani ke hotel," teriak si gadis lebih keras. 
Merasa di tolak, dengan perasaan malu, laki-laki muda itu beringsut dan duduk di sudut ruangan. Semua orang di bar menatapnya dengan sinis dan mencibir.

Beberapa menit kemudian, si gadis menghampiri si laki-laki muda itu.

"Maafkan saya. Saya sedang menyamar. Sebenarnya, saya adalah seorang mahasiswi psikologi yang sedang mempelajari tingkah laku manusia di situasi yang tidak dikehendakinya," ungkap wanita itu menjelaskan.


Si laki-laki menatap dengan tampang dingin. Kemudian berteriak dengan amat kerasnya.
"Berapa? Cuma seratus ribu?!!!"